Perhitungan TCA/PCA & Kebutuhan Air

Masukkan data pesawat & parameter operasi, lalu tekan Hitung.

L adalah panjang keseluruhan (overall length) pesawat dalam meter. Digunakan untuk menentukan k1 dan menghitung AT.
W adalah lebar maksimum badan pesawat (fuselage) dalam meter. Dipakai bersama L dan k1 untuk menghitung AT.
Kategori bandara (1–10) memengaruhi persentase Q2 (0% s.d. 190%). Semakin tinggi kategori, semakin besar kebutuhan lanjutan.
Mutu B ≈ 5,50 L/menit/m² atau Mutu C ≈ 3,75 L/menit/m². Nilai R bisa diubah manual setelah memilih.
R adalah laju aplikasi busa per meter persegi area kebakaran. Dipakai pada rumus Q1 dan DR.
T adalah durasi kontrol awal (umumnya 1 menit) yang digunakan untuk menghitung Q1.
AT = L × (k1 + W) Ap = 0,667 × AT Q1 = Ap × R × T Q2 = % × Q1 DR = Ap × R

Keterangan Rumus & Variabel

  • L: panjang keseluruhan pesawat (overall length), dalam meter.
  • W: lebar maksimum badan pesawat (fuselage width), dalam meter.
  • k1: konstanta berdasarkan L → 12 / 14 / 17 / 30.
  • AT (TCA): Theoretical Critical Area. Rumus: AT = L × (k1 + W).
  • Ap (PCA): Practical Critical Area. Rumus: Ap = 0,667 × AT.
  • R: laju aplikasi busa (L/menit/m²). Mutu B ≈ 5,50 · Mutu C ≈ 3,75.
  • T: durasi kontrol awal (menit), umumnya 1 menit.
  • Q1: kebutuhan air awal. Rumus: Q1 = Ap × R × T.
  • Q2: kebutuhan air lanjutan (% dari Q1 sesuai kategori PKP-PK 1–10).
  • Q total: total kebutuhan air. Rumus: Q = Q1 + Q2.
  • Discharge Rate: rata-rata pancaran busa. Rumus: DR = Ap × R.

Persentase Q2 mengikuti kategori bandara (1–10). Nilai lebih tinggi → kebutuhan air lanjutan lebih besar.

Hasil Perhitungan

Nilai dibulatkan 2 desimal untuk kemudahan baca.

k1 (berdasarkan L) 30.00
TCA / AT (m²) 1,127.58
PCA / Ap (m²) 752.10
Q1 (liter) 4,136.54
Persentase Q2 (%) 100.00
Q2 (liter) 4,136.54
Q Total (liter) 8,273.08
Discharge Rate (L/menit) 4,136.54